Peran Ekoteologi dalam Pembentukan Hubungan Manusia dengan Alam: Tinjauan Konsep Agama dan Lingkungan Hidup
Keywords:
ekoteologi, manusia, alam, IslamAbstract
Krisis lingkungan yang semakin parah, seperti pemanasan global dan polusi, memicu kebutuhan untuk mencari solusi holistik, salah satunya melalui konsep ekoteologi yang menghubungkan Islam dengan pelestarian alam. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengkaji konsep ekoteologi dalam membentuk hubungan manusia dengan alam, 2) menganalisis peran agama Islam dalam pelesatrian lingkungan, 3) implementasi ekoteologi pada kurikulum pendidikan Islam, dan 4) tantangan integrasi ekoteologi pada kebijakan lingkungan di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data studi literatur. Teknik analisis data yang digunakan ialah analisis konten atau teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Ekoteologi adalah konsep yang mengintegrasikan nilai-nilai agama sebagai landasan moral dan spiritual untuk membangun hubungan yang harmonis antara manusia dan alam, sehingga manusia sebagai khalifah bertanggung jawab menjaga, memelihara, dan melestarikan lingkungan sebagai amanah dari Tuhan. 2) Islam berperan dalam memberikan landasan teologis, moral, dan spiritual yang mendorong manusia sebagai khalifah di bumi untuk menjaga, merawat, dan melestarikan lingkungan melalui pemanfaatan sumber daya alam serta tindakan nyata untuk keberlanjutan ekosistem. 3) Implementasi ekoteologi dilakukan dengan mengintegrasikan nilai-nilai pelestarian lingkungan dalam kurikulum pendidikan agama melalui pembelajaran, pembiasaan, kegiatan praktis, peran guru, serta P5PPRA “Sampahku Tanggung Jawabku”. 4) Tantangan ekoteologi meliputi ketidaksesuaian kebijakan pembangunan, lemahnya penegakan hukum, rendahnya kesadaran masyarakat, fragmentasi kebijakan, dominasi antroposentrisme, keterbatasan institusi, dan kurangnya kolaborasi.


